
Buku Menjadi Pewarta Kabar Baik Di Era Digital - Dharma Leksana, S.Th., M.Si.
📘 Resensi Buku: Menjadi Pewarta Kabar Baik di Era Digital
– Panduan Wajib bagi Wartawan Gereja & Penggerak Informasi Kristiani
Bayangkan ini: di tengah derasnya arus informasi digital yang penuh hoaks, disinformasi, dan konten dangkal, gereja punya kesempatan emas untuk bersuara. Tapi… siapa yang akan menyuarakannya dengan benar? Di sinilah buku Menjadi Pewarta Kabar Baik di Era Digital hadir sebagai suar harapan.
Ditulis oleh Dharma Leksana, S.Th., M.Si., seorang jurnalis senior sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia (PWGI), buku ini bukan sekadar teori jurnalistik—ini adalah alat praktis, manifesto pelayanan, sekaligus buku kerja rohani bagi para wartawan gereja dan siapa pun yang terlibat dalam pelayanan informasi Kristen.
✍️ Apa yang Membuat Buku Ini Istimewa?
1. Panduan Praktis, Bukan Sekadar Teori
Buku ini menyajikan step-by-step bagaimana menulis berita gereja dengan gaya jurnalistik yang efektif, jujur, dan alkitabiah. Pembaca diajak memahami:
- Perbedaan mendasar antara pers profesional dan media sosial.
- Teknik menulis berita dengan formula 5W+1H+1S.
- Seni membuat judul yang “menghentak” dan lead yang memikat.
- Etika jurnalistik, termasuk topik sensitif seperti “off the record”.
Ini bukan sekadar panduan teknis—ini adalah alat untuk menulis dengan nurani dan iman.
2. Jurnalisme dalam Perspektif Alkitab
Bagaimana Musa, Lukas, hingga Yesus sendiri menggunakan media untuk menyampaikan pesan Allah? Buku ini menggali fondasi jurnalistik langsung dari Alkitab, menjadikan aktivitas menulis sebagai bagian dari misi Amanat Agung: “Pergilah dan kabarkan Injil!”
3. Relevan dengan Dunia Nyata
Buku ini tidak bicara dalam ruang hampa. Ia relevan bagi:
- Pengelola website dan media sosial gereja.
- Pewarta warta jemaat dan buletin mingguan.
- Aktivis Kristen yang ingin menyuarakan kebenaran dengan lebih strategis.
📢 Mengapa Kamu (dan Gerejamu) Perlu Buku Ini?
Di era digital ini, setiap klik adalah panggung, setiap konten bisa menjangkau ribuan—bahkan jutaan—jiwa. Namun, tanpa pemahaman jurnalistik dan etika, berita gereja bisa terjebak dalam:
- Gaya komunikasi yang membosankan.
- Berita yang tak berdampak.
- Kesalahan informasi yang mencederai misi gereja.
Buku ini menjembatani antara iman dan keahlian komunikasi, antara isi kabar baik dan cara menyampaikannya secara profesional.
🎯 Siapa yang Wajib Punya Buku Ini?
✅ Wartawan gereja dan pengurus bidang multimedia
✅ Pendeta, majelis, pengkhotbah dan penginjil
✅ Tim publikasi, dokumentasi dan sosial media gereja
✅ Mahasiswa teologi dan pegiat literasi Kristen
✅ Siapa pun yang rindu jadi pewarta kabar baik dengan pena & papan ketik
Buku dapat dibaca disini : https://online.fliphtml5.com/apudf/hclc/
✨ Penutup: Sebuah Buku, Sebuah Misi
Menjadi Pewarta Kabar Baik di Era Digital bukan sekadar buku—ini adalah alat transformasi digital gereja, alat pemberdayaan umat, dan undangan untuk ikut serta dalam misi Kristus melalui media. Gereja masa kini butuh wartawan rohani yang berani, cakap, dan bermutu. Buku ini membekali Anda untuk menjadi pewarta kabar baik yang profesional, peka, dan penuh iman.
Jangan tunggu! Buku ini bukan hanya layak dibaca—wajib dimiliki!